MILAD KE-17 TEKNIK INFORMATIKA UNIDAYAN RESMI DIBUKA, ANGKAT SEMANGAT TEKNOLOGI DAN GENERASI DIGITAL, Menandai 17 tahun perjalanan pengabdian dan inovasi di dunia teknologi dan pendidikan tinggi, Program Studi Teknik Informatika Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) resmi membuka rangkaian kegiatan Milad ke-17. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III, La Baride, S.T., M.T., dengan mengusung tema besar “Celebrating the Journey: Technology Inspiring the Digital Generation”. Tema ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang Teknik Informatika dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.Dalam sambutannya, WR III La Baride, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas eksistensi Teknik Informatika UNIDAYAN selama 17 tahun terakhir. “Teknik Informatika adalah salah satu prodi yang paling aktif dalam berkegiatan dan menghasilkan inovasi. Tema milad kali ini sangat relevan, karena kita semua sedang berada dalam transformasi digital besar-besaran. Saya berharap Teknik Informatika bisa terus menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat luas,” ujarnya.Kegiatan Milad ke-17 tidak hanya menjadi ajang seremonial, namun juga menghadirkan berbagai event yang edukatif, kompetitif, dan inspiratif. Rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh panitia antara lain IT Expo, Sharing Session, Seminar Teknologi, Lomba Content Creator, Donor Darah, serta pertandingan olahraga seperti Futsal dan Esport Competition. Setiap kegiatan dirancang untuk mengasah potensi mahasiswa, mempererat silaturahmi, dan menyalurkan bakat dalam suasana yang positif dan produktif.Ketua Program Studi Teknik Informatika, Ir. Eri Muhcyar Hasiri, S.Kom., M.T. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-17 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali visi akademik dan profesionalisme mahasiswa. “Sejak didirikan, Teknik Informatika UNIDAYAN telah tumbuh bersama perkembangan zaman. Kini kita memasuki era digitalisasi yang lebih kompleks, dan melalui Milad ini kami ingin menanamkan semangat inovasi dan tanggung jawab sosial kepada seluruh mahasiswa,” ungkap beliau.Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI), Rendi menambahkan bahwa persiapan kegiatan Milad ini telah dilakukan sejak jauh hari dengan melibatkan seluruh unsur mahasiswa. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya seru, tapi juga memberi nilai tambah bagi mahasiswa. Lewat IT Expo dan Sharing Session, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri untuk menunjukkan karya dan menjalin jejaring lebih luas,” jelasnya.Tidak ketinggalan, Ketua DPM Fakultas Teknik, Nur Rahmi, juga memberikan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi antarlembaga kemahasiswaan dalam menyukseskan kegiatan Milad. “Perayaan ini bukan hanya milik HMTI atau Prodi Informatika, tapi milik kita semua. Milad ini adalah panggung untuk menunjukkan kekompakan, kolaborasi, dan integritas mahasiswa Fakultas Teknik,” ucapnya.Salah satu kegiatan unggulan yakni IT Expo berhasil menarik perhatian pengunjung, dengan berbagai proyek teknologi hasil karya mahasiswa Teknik Informatika seperti aplikasi mobile, sistem informasi, dan mini game edukatif. Selain itu, Lomba Content Creator juga menjadi daya tarik tersendiri, karena mendorong mahasiswa untuk mengekspresikan ide kreatif mereka melalui video, desain grafis, dan media digital lainnya.Rangkaian seminar dan sharing session menghadirkan pembicara dari kalangan profesional, alumni, dan dosen untuk memberikan insight mengenai dunia kerja, perkembangan teknologi, dan pentingnya soft skill di era digital. Kegiatan ini memberikan ruang diskusi yang membangun serta membuka wawasan mahasiswa tentang arah karier mereka ke depan.Suasana kekeluargaan juga semakin terasa dengan diadakannya kegiatan Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI Bau-Bau. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar turut ambil bagian dalam aksi sosial ini sebagai bentuk kontribusi nyata kepada lingkungan. Sedangkan pada sektor olahraga, antusiasme peserta dalam Turnamen Futsal dan Esport menambah semarak Milad dengan semangat kompetitif yang tetap menjunjung sportivitas.Dengan semangat “Celebrating the Journey”, Milad ke-17 ini diharapkan menjadi titik awal baru untuk terus menyalakan api inovasi di lingkungan Teknik Informatika UNIDAYAN. Perjalanan 17 tahun bukanlah akhir, melainkan langkah maju menuju masa depan yang lebih cerah — di mana teknologi bukan hanya dipelajari, tetapi dimaknai sebagai alat untuk menciptakan dampak dan menginspirasi generasi digital berikutnya.
SelengkapnyaHimpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan diri dan semangat kewirausahaan mahasiswa dengan menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Memulai Bisnis di Usia Muda”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 12 April 2025 di Baruga La Ode Malim, dan berhasil menarik antusiasme puluhan mahasiswa dari berbagai program studi, khususnya dari Fakultas Teknik. Sharing session ini menghadirkan pembicara inspiratif, Sulham, S.T., MM., C.PS., seorang profesional berpengalaman yang saat ini menjabat sebagai Head of Region Sales & Promotion PT. Dua Kelinci. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman luas di bidang pemasaran dan bisnis, Sulham memberikan perspektif yang kaya dan relevan bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia usaha sejak usia muda. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, La Baride, S.T., M.T. yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada HMTI atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang membangun karakter dan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya kegiatan non-akademik seperti ini sebagai bentuk pendidikan karakter dan soft skill yang melengkapi pembelajaran di kelas. “Mahasiswa hari ini adalah pemimpin dan pencipta masa depan. Membangun mental wirausaha sejak dini adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang mandiri, inovatif, dan solutif. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini terus digalakkan oleh organisasi kemahasiswaan,” ujarnya dalam sambutan yang disambut tepuk tangan para peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Sulham yang membahas bagaimana seorang anak muda bisa memulai bisnis dari nol. Ia menjelaskan bahwa banyak pengusaha sukses yang memulai langkahnya sejak masih kuliah, bahkan dengan modal terbatas. Menurutnya, keberanian mengambil risiko dan kemampuan membaca peluang adalah dua kunci penting dalam memulai dan mempertahankan bisnis. Sulham juga membagikan perjalanan karier pribadinya, mulai dari masa kuliah hingga kini menjabat posisi strategis di salah satu perusahaan besar nasional. Ia menceritakan jatuh bangun usahanya, tantangan di dunia pemasaran, hingga pentingnya belajar dari kegagalan sebagai bekal untuk tumbuh lebih kuat. Cerita ini memotivasi mahasiswa untuk tidak mudah menyerah dan terus mencoba. Tidak hanya membahas teori, Sulham memberikan tips praktis yang dapat langsung diterapkan mahasiswa, seperti cara menyusun ide bisnis, pentingnya membangun jaringan (networking), dan strategi pemasaran digital. Ia juga menekankan pentingnya memiliki mindset sebagai problem solver, bukan hanya sekadar pencari cuan. Ketua HMTI, Rendi dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya HMTI untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki semangat berwirausaha dan kepemimpinan. Ia berharap ke depan akan lebih banyak kegiatan serupa yang dapat memberikan dampak nyata bagi mahasiswa. Kegiatan sharing session ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan mahasiswa Teknik Informatika yang akan terus berlangsung secara berkala. Ke depannya, HMTI berencana untuk menghadirkan lebih banyak praktisi industri dari berbagai bidang untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap peluang usaha dan tantangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi dan bertukar ide antar mahasiswa yang memiliki minat yang sama dalam dunia bisnis. HMTI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi fasilitator pengembangan potensi mahasiswa di bidang teknologi dan kewirausahaan. Sharing session ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Informatika tidak hanya bisa menjadi inovator di bidang teknologi, tetapi juga dapat menjadi pelaku usaha yang sukses dan berdampak bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, HMTI berharap mahasiswa mampu menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya para pengusaha muda dari kampus teknik, yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia. Di akhir sesi, Sulham menyampaikan pesan penutup kepada seluruh peserta untuk selalu percaya pada kemampuan diri. “Setiap pebisnis sukses pernah berada di titik nol. Kunci utamanya adalah konsisten, belajar terus, dan jangan takut gagal. Karena gagal itu bukan akhir, tapi bagian dari proses,” katanya. Sharing session ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja HMTI yang akan terus berlanjut. HMTI berencana menghadirkan lebih banyak praktisi dari berbagai sektor industri guna memperluas wawasan mahasiswa serta memperkuat koneksi antara dunia kampus dan dunia profesional. Semangat kolaboratif dan inovatif dari mahasiswa, didukung dengan arahan dan dukungan institusi seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor III, menjadi kekuatan besar untuk menciptakan lulusan yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan pekerjaan. HMTI membuktikan bahwa dari ruang kelas teknik, bisa lahir wirausahawan hebat yang akan membawa perubahan bagi negeri.
SelengkapnyaSebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan mendukung transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Rasmuin, M.Pd., menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi akademik kepada empat jurusan di bawah naungan Fakultas Teknik, yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Informatika, dan Teknik Pertambangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 dan 11 april 2025, bertempat di ruang pertemuan jursan teknik informatika dan teknik sipil, dan dihadiri oleh ketua jurusan, dosen, tenaga kependidikan, serta operator akademik dari masing-masing program studi.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis dan strategis kepada para pengelola akademik tentang pemanfaatan empat aplikasi penting dalam sistem informasi akademik universitas, yaitu Aplikasi Kurikulum, Aplikasi DPNA (Daftar Peserta dan Nilai Akhir), Aplikasi KHS (Kartu Hasil Studi), dan Aplikasi Transkrip Ijazah. Keempat aplikasi tersebut merupakan bagian dari sistem digitalisasi akademik yang terintegrasi, yang telah dirancang untuk mempermudah pengelolaan data akademik mahasiswa secara lebih efisien, akurat, dan terdokumentasi dengan baik. Dalam pemaparannya, Prof. Rasmuin menegaskan pentingnya digitalisasi dalam mendukung tata kelola akademik yang transparan dan akuntabel. Menurut beliau, tantangan yang dihadapi oleh institusi pendidikan tinggi saat ini tidak hanya pada penyediaan layanan, tetapi juga pada kecepatan, keakuratan, dan integritas data. Oleh karena itu, penggunaan sistem informasi akademik yang modern menjadi keharusan, dan seluruh elemen kampus harus mampu beradaptasi terhadap perubahan ini. Sosialisasi dimulai dengan pengenalan Aplikasi Kurikulum yang digunakan untuk perancangan dan penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Melalui aplikasi ini, program studi dapat mengatur distribusi mata kuliah, struktur semester, hingga integrasi CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) sesuai standar nasional pendidikan tinggi. Selanjutnya, Prof. Rasmuin memaparkan Aplikasi DPNA yang digunakan untuk input nilai akhir oleh dosen serta pengelolaan data keaktifan mahasiswa setiap semester, yang kemudian secara otomatis terhubung ke sistem KHS. Aplikasi KHS dan Transkrip Ijazah menjadi perhatian utama karena menyangkut dokumen resmi yang berhubungan langsung dengan kelulusan mahasiswa. Dalam hal ini, Prof. Rasmuin mengingatkan bahwa kesalahan dalam input data atau verifikasi bisa berdampak serius terhadap kredibilitas ijazah dan akreditasi program studi. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya ketelitian dan koordinasi antara dosen pengampu, operator akademik, dan pihak jurusan dalam memproses data nilai dan dokumen akademik mahasiswa. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung oleh tim pengembang aplikasi, di mana para peserta dapat mencoba sendiri fitur-fitur dari masing-masing aplikasi. Simulasi penggunaan ini disambut antusias oleh peserta, yang secara aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan kendala yang dihadapi selama ini, serta memberikan masukan untuk pengembangan sistem ke depan. Diskusi yang berlangsung terbuka ini menjadi wadah penting bagi para pengelola akademik untuk menyampaikan kebutuhan nyata dari masing-masing jurusan. Beberapa permasalahan yang sempat mencuat dalam diskusi antara lain terkait koneksi jaringan saat input nilai, kebutuhan pelatihan lanjutan untuk operator baru, serta sinkronisasi data antarsemester yang belum maksimal. Menanggapi hal tersebut, Prof. Rasmuin menyatakan bahwa pihak universitas akan terus melakukan pembaruan sistem serta menyiapkan pelatihan lanjutan secara berkala agar semua jurusan dapat menjalankan sistem ini secara mandiri dan efektif.Prof. Rasmuin juga menekankan bahwa sosialisasi ini bukan hanya kegiatan sekali selesai, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya kerja digital di lingkungan kampus. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami sistem secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya data akademik sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan dan peningkatan layanan kepada mahasiswa. Beliau berharap dengan adanya transformasi digital ini, kampus dapat bergerak lebih cepat dalam merespons kebutuhan akademik dan administratif. Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas inisiatif sosialisasi ini karena dinilai sangat membantu memperjelas alur kerja akademik yang selama ini masih bersifat manual di beberapa bagian. Dengan terlaksananya kegiatan ini, universitas menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem akademik yang adaptif, profesional, dan berbasis teknologi. Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh unsur fakultas, mulai dari dosen hingga tenaga kependidikan, dapat bersinergi dalam membangun ekosistem akademik yang modern dan berdaya saing di era digital.
Selengkapnya