Baubau, 23 Juni 2025 – Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) menorehkan langkah strategis menuju peningkatan mutu akademik dengan terlaksananya Asesmen Lapangan Akreditasi oleh LAM Teknik (Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam rangka memastikan bahwa Prodi Teknik Mesin mampu melampaui standar nasional dan mewujudkan visinya sebagai pusat pendidikan teknik yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Asesmen lapangan berlangsung selama dua hari, dengan melibatkan asesor eksternal dari LAM Teknik yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam evaluasi mutu pendidikan tinggi teknik. Tim asesor hadir secara langsung untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap dokumen LED (Laporan Evaluasi Diri) dan LKPS (Laporan Kinerja Program Studi), serta melakukan wawancara dengan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra industri.Rekto Universitas Dayanu Ikhsanuddin menyampaikan bahwa proses asesmen ini bukan sekadar formalitas akreditasi, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang peningkatan mutu berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika Teknik Mesin telah mempersiapkan diri secara optimal, baik dalam aspek akademik, fasilitas, kurikulum, hingga layanan kemahasiswaan. “Kami tidak hanya ingin memenuhi standar, tetapi ingin melampauinya. Teknik Mesin UNIDAYAN berkomitmen melahirkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar beliau. Sementara itu, tim asesor dari LAM Teknik memberikan apresiasi atas kesiapan prodi, kekompakan tim, dan semangat kolaboratif antar unsur dalam fakultas. Mereka juga menekankan pentingnya kesinambungan antara dokumen, praktik di lapangan, dan dampak langsung terhadap pembelajaran mahasiswa. Ketua Program Studi Teknik Mesin menambahkan bahwa asesmen ini menjadi momentum refleksi, sekaligus validasi atas kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Dengan semangat kolaborasi, seluruh tim prodi berharap dapat memperoleh hasil maksimal dan menjadikan asesmen ini sebagai titik tolak menuju transformasi yang lebih luas. LP3MLK UNIDAYAN selaku lembaga penjamin mutu internal juga memainkan peran penting dalam mendampingi proses penyusunan borang, pemetaan data, hingga simulasi evaluasi diri. Kepala LP3MLK menyebut bahwa akreditasi adalah manifestasi budaya mutu, bukan sekadar target administratif. Pendekatan kolaboratif antara unit penjaminan mutu, fakultas, dan prodi dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan asesmen ini. Mahasiswa dan alumni yang turut dilibatkan dalam sesi wawancara juga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka menyampaikan pengalaman selama studi, serta hubungan erat dengan dunia industri dan praktik lapangan. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri yang memperkuat pencapaian Prodi Teknik Mesin dalam membangun lulusan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Sebagai penutup kegiatan, pihak fakultas menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim asesor dan seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi aktif. Kegiatan ini tidak hanya menandai upaya meraih akreditasi unggul, tetapi juga memperkokoh sinergi antar unit dan memperjelas arah pembangunan institusi menuju standar mutu yang lebih tinggi.
SelengkapnyaBaubau, 13 Juni 2025 – Dalam semangat membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global, Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu institusional. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui kegiatan Pendampingan Persiapan Akreditasi oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penjaminan Mutu, dan Layanan Kemahasiswaan (LP3MLK) UNIDAYAN yang digelar secara intensif sebagai bagian dari upaya menyambut proses akreditasi program studi. Kegiatan pendampingan ini diinisiasi sebagai bagian dari strategi terpadu Fakultas Teknik untuk mendorong seluruh program studi di bawahnya mencapai status akreditasi yang tidak hanya layak secara administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi yang dijalankan. Dalam kegiatan ini, LP3MLK berperan sebagai fasilitator, mitra strategis, sekaligus evaluator dalam proses penyusunan dokumen akreditasi yang mengacu pada standar LAMTEK terbaru. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, tim pengelola LP3MLK UNIDAYAN, Ketua Program Studi Teknik Mesin beserta seluruh dosen tetap, tenaga kependidikan, serta tim penyusun borang. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana diskusi yang produktif, partisipatif, dan penuh semangat kebersamaan. Ketua LP3MLK UNIDAYAN dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun dan menguatkan budaya mutu di setiap lini akademik. Menurutnya, kualitas tidak bisa dibangun secara instan, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen, integritas, dan kerja kolektif dari seluruh elemen kampus. “Akreditasi bukan semata-mata soal nilai atau predikat administratif. Lebih dari itu, akreditasi adalah cermin dari kualitas proses pembelajaran, tata kelola program studi, dan dampak nyata terhadap mahasiswa dan masyarakat,” ujar Ketua LP3MLK dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa pendampingan ini akan berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dari pemetaan dokumen, telaah dokumen eksisting, pendalaman terhadap data dukung, hingga simulasi penilaian diri. Seluruh komponen seperti Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Mesin mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas keterlibatan aktif LP3MLK dalam proses pendampingan ini. Ia menyebut bahwa momen ini menjadi kesempatan emas untuk berbenah secara menyeluruh, tidak hanya dari segi dokumentasi, tetapi juga dalam evaluasi kinerja program studi secara holistik. “Kami melihat kegiatan ini bukan sebagai beban, tapi sebagai ruang refleksi bersama. Kami ingin seluruh tim dosen dan tenaga kependidikan merasakan semangat kolektif untuk membangun prodi yang lebih baik, lebih solid, dan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan,” tutur Ketua Prodi Teknik Mesin. Dalam kegiatan pendampingan ini, LP3MLK juga membedah elemen-elemen penting yang menjadi indikator penilaian dalam akreditasi. Antara lain mencakup: kinerja dosen, ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium, keterlibatan mahasiswa dalam riset dan PKM, kerja sama dengan mitra industri, keberhasilan lulusan (tracer study), hingga tata kelola keuangan program studi. Wakil Dekan II Fakultas Teknik, dalam arahannya, menegaskan bahwa akreditasi adalah proses strategis yang tidak bisa dianggap sepele. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Teknik menargetkan seluruh program studi dapat mencapai akreditasi minimal “Baik Sekali”, sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan teknik yang bermutu dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Akreditasi mencerminkan wajah kampus kita di hadapan publik. Inilah tolok ukur kita dalam menunjukkan kualitas lulusan, kredibilitas dosen, dan kesiapan infrastruktur akademik. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh prodi, termasuk Teknik Mesin, untuk memanfaatkan momentum ini dengan maksimal,” ungkapnya. Lebih lanjut, beliau berharap agar semangat pendampingan ini tidak berhenti pada tahap administrasi, tetapi berkembang menjadi culture of quality atau budaya mutu yang melekat dalam setiap aktivitas di lingkungan akademik. Pendampingan yang berlangsung selama beberapa hari ini menghadirkan sesi konsultatif intensif di mana masing-masing tim dosen dikelompokkan berdasarkan bidang garap dokumen. LP3MLK secara langsung memberikan feedback terhadap draf-draf awal LED dan LKPS serta memberikan rekomendasi penyempurnaan berdasarkan standar akreditasi terbaru. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan strategis dilontarkan oleh dosen-dosen Teknik Mesin, mulai dari pengelolaan data penelitian hingga pelacakan alumni. Tim LP3MLK pun memuji kesiapan awal yang sudah ditunjukkan Prodi Teknik Mesin, sekaligus mendorong peningkatan pada beberapa aspek penting seperti penjaminan mutu internal, pelaporan MBKM, dan pemetaan capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan pendampingan ini tidak hanya menjadi ajang asistensi teknis, melainkan juga mempererat kolaborasi lintas unit di lingkungan UNIDAYAN. LP3MLK berharap, setelah kegiatan ini, akan terbentuk tim akreditasi internal Prodi yang solid, gesit, dan siap merespon setiap dinamika dalam proses evaluasi. Menutup kegiatan, Ketua LP3MLK berpesan :“Semua proses ini adalah investasi jangka panjang. Kita tidak sekadar mengejar sertifikat, tapi membangun sistem akademik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Teknik Mesin adalah program studi yang strategis, dan kami percaya bisa menjadi salah satu lokomotif mutu di UNIDAYAN.”
SelengkapnyaFakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi mahasiswa melalui pelaksanaan rapat penetapan Pelaksana Jabatan (PJ) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025 yang digelar pada 11 Juni 2025. Agenda penting ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Teknik dan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Sarman, S.T., M.T., yang secara langsung memimpin jalannya forum sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan organisasi mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pergantian kepemimpinan tidak boleh hanya menjadi formalitas tahunan, melainkan harus menjadi momentum strategis untuk mendorong terciptanya regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang matang, visioner, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Beliau juga menyoroti pentingnya nilai integritas, kolaborasi, serta tanggung jawab sosial dalam setiap keputusan yang diambil oleh para pemimpin organisasi kemahasiswaan, termasuk BEM yang memegang peran sentral sebagai representasi mahasiswa di tingkat fakultas. Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran ketua himpunan mahasiswa dari masing-masing program studi, pengurus BEM demisioner, serta para perwakilan mahasiswa dari berbagai angkatan yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap proses transisi kepemimpinan ini. Agenda rapat berlangsung dalam suasana demokratis dan produktif, dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika dan Ketua Himpunan Teknik Pertambangan menyampaikan pandangan kritis mereka terkait kriteria ideal bagi PJ BEM yang baru, yakni harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, komunikasi lintas organisasi yang aktif, serta sikap inklusif dan terbuka terhadap keberagaman gagasan mahasiswa. Tak hanya itu, rapat ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja BEM selama satu periode ke belakang. Rapat kemudian berlanjut dengan forum diskusi terbuka, di mana seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan nama calon PJ BEM berdasarkan penilaian objektif terhadap kapasitas, pengalaman organisasi, serta kesediaan untuk menjalankan amanah. Proses penjaringan nama berlangsung secara tertib dan partisipatif, mencerminkan kedewasaan organisasi mahasiswa Fakultas Teknik dalam menjalankan praktik demokrasi kampus yang sehat. Setiap nama yang diajukan dibahas secara rinci, termasuk rekam jejaknya dalam organisasi, keterlibatannya dalam kegiatan kemahasiswaan, serta komitmennya terhadap nilai-nilai dasar kepemimpinan. Ketua panitia pelaksana rapat menyampaikan bahwa kegiatan ini telah disiapkan jauh hari dengan koordinasi intensif bersama pihak dekanat dan seluruh organisasi mahasiswa terkait. Mulai dari susunan agenda, daftar hadir, hingga teknis pengambilan keputusan, semuanya disusun secara profesional untuk memastikan keberlangsungan forum berjalan optimal. Dalam prosesnya, forum berhasil menyepakati satu nama calon PJ yang dianggap paling layak berdasarkan hasil musyawarah kolektif. Meskipun belum diumumkan secara resmi dalam forum tersebut, keputusan ini menjadi penanda awal lahirnya babak baru dalam struktur kepemimpinan BEM Fakultas Teknik UNIDAYAN. Seluruh peserta menyambut baik hasil forum, dengan harapan besar agar PJ terpilih mampu meneruskan semangat perjuangan, loyalitas terhadap organisasi, serta komitmen memperjuangkan aspirasi mahasiswa teknik secara adil dan terbuka. Tidak hanya sebagai pelaksana tugas administratif, PJ BEM diharapkan mampu menjadi motor penggerak sinergi antarlembaga, penyambung suara mahasiswa kepada birokrasi, serta pelopor perubahan positif dalam kehidupan kemahasiswaan. Wakil Dekan III dalam sesi penutupnya kembali mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya tempat berkegiatan, melainkan ruang pembelajaran karakter dan jiwa kepemimpinan. Ia menegaskan pentingnya keberanian mengambil keputusan, kemampuan mengelola konflik, serta kepekaan sosial terhadap isu-isu kemahasiswaan dan masyarakat luas. Menurutnya, pemimpin yang baik bukanlah mereka yang hanya populer, tetapi yang mampu membawa dampak nyata, menginspirasi anggotanya, dan bertanggung jawab penuh terhadap mandat yang diemban. Beliau juga mengapresiasi dedikasi panitia dan seluruh elemen mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan rapat ini, serta menyampaikan bahwa pihak fakultas akan terus mendampingi proses transisi ini hingga struktur baru BEM terbentuk secara utuh. Rapat ini tidak hanya mencerminkan kedisiplinan organisasi mahasiswa, tetapi juga menunjukkan bahwa Fakultas Teknik UNIDAYAN memiliki sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan. Momentum ini diharapkan mampu memicu semangat baru di kalangan mahasiswa teknik untuk terlibat aktif, berpikir kritis, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan fakultas ke depan. Dengan berakhirnya rapat ini, langkah awal menuju periode kepemimpinan BEM Fakultas Teknik 2025 pun resmi dimulai. Kepemimpinan baru diharapkan membawa angin segar, inovasi dalam program kerja, serta pendekatan yang lebih kolaboratif dalam menjalin komunikasi dengan sesama organisasi dan pihak fakultas. Agenda-agenda kemahasiswaan ke depan menuntut sinergi yang kuat antara BEM dan seluruh elemen kampus. Oleh karena itu, penetapan PJ ini menjadi titik tolak penting bagi BEM untuk memulai fase konsolidasi internal, restrukturisasi, dan perencanaan program kerja prioritas yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa teknik masa kini. Fakultas Teknik, melalui dukungan penuh dari dekanat dan program studi, terus mendorong agar organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang pengembangan potensi dan karakter, bukan sekadar tempat beraktivitas rutin. Penetapan PJ ini diharapkan dapat membangun semangat baru, membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, serta menghidupkan kembali semangat advokasi dan pengabdian mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang lebih luas.
Selengkapnya