Dalam gelaran Musyawarah Wilayah (MUSWIL) 1 Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) DPW Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan pada Jumat, 27 September 2024, Eri Mucyar Hasri resmi terpilih sebagai Ketua DPW IAII Sulawesi Tenggara yang baru. Proses pemilihan berjalan secara demokratis, dengan dihadiri oleh anggota dan tokoh-tokoh informatika dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Musyawarah ini merupakan momentum penting bagi IAII Sulawesi Tenggara, di mana para anggota bersama-sama menetapkan arah dan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memajukan organisasi dan mengembangkan potensi informatika di wilayah ini.Eri Mucyar Hasri terpilih melalui proses musyawarah yang berlangsung dengan penuh keterbukaan dan semangat kebersamaan. Ia mendapat dukungan mayoritas dari para peserta, yang melihat sosoknya sebagai pemimpin yang memiliki visi dan komitmen kuat untuk membawa IAII lebih aktif berkontribusi dalam kemajuan teknologi dan informatika di Sulawesi Tenggara. Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Eri Mucyar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan berjanji akan bekerja keras untuk memperkuat peran IAII di tingkat regional, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan inovasi dan kemajuan di bidang teknologi.Dengan terpilihnya Eri Mucyar Hasri sebagai ketua, IAII Sulawesi Tenggara diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi wadah yang solid bagi para profesional informatika, untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Musyawarah ini menandai awal baru bagi perjalanan organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang semakin dinamis.Kepemimpinan Eri Mucyar Hasri diharapkan mampu membawa angin segar bagi Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Sulawesi Tenggara. Dengan latar belakangnya yang kuat di bidang informatika, serta dukungan penuh dari para anggota, ia diharapkan dapat merumuskan program-program strategis yang tidak hanya meningkatkan kompetensi para anggotanya, tetapi juga memperluas jaringan serta kerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, IAII Sulawesi Tenggara berada pada posisi yang sangat penting dalam membantu mendorong inovasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, dan industri lokal. Eri Mucyar dipandang sebagai figur yang dapat memimpin organisasi menuju era baru, di mana transformasi digital menjadi kunci utama dalam membangun daya saing daerah. Dalam visi yang ia paparkan, ada fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi, menciptakan ekosistem informatika yang inklusif, dan menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan serta industri untuk memaksimalkan potensi daerah dalam era digital.Tak hanya itu, Eri Mucyar juga berkomitmen untuk memperkuat struktur organisasi IAII Sulawesi Tenggara agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan para anggotanya. Ia berencana untuk mengadakan lebih banyak kegiatan pelatihan, seminar, dan forum diskusi yang dapat meningkatkan kompetensi para ahli informatika di wilayah tersebut. Di bawah kepemimpinannya, IAII diharapkan tidak hanya menjadi organisasi profesi yang kuat, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program-program yang mengedepankan teknologi sebagai solusi dalam berbagai aspek kehidupan.Musyawarah Wilayah 1 ini menjadi titik tolak bagi IAII Sulawesi Tenggara untuk melangkah lebih jauh, dan terpilihnya Eri Mucyar sebagai ketua baru memberikan harapan besar akan kemajuan organisasi dan sektor informatika di Sulawesi Tenggara. Dengan tekad dan visi yang jelas, IAII diharapkan semakin aktif dan relevan dalam mendorong perubahan positif di era digital ini.Dengan semangat yang menggebu, Eri Mucyar Hasri mengajak semua anggota IAII Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam setiap program yang akan dijalankan. Ia percaya bahwa sinergi antaranggota dan pemangku kepentingan lainnya adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama. Melalui pendekatan yang inklusif, diharapkan semua suara dan ide dapat didengar, sehingga program-program yang dihasilkan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi seluruh anggota serta masyarakat luas.Eri Mucyar juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang optimal, terutama dalam konteks pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia merencanakan serangkaian workshop dan pelatihan yang akan menghadirkan para pakar dan praktisi dari berbagai bidang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan cara ini, anggota IAII Sulawesi Tenggara akan lebih siap menghadapi tantangan industri dan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang terus menerus.Selain fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Eri juga memiliki visi untuk menjadikan IAII Sulawesi Tenggara sebagai pusat inovasi. Ia berencana untuk meluncurkan program inkubasi bagi para startup di bidang teknologi yang ingin berkembang di wilayah ini. Program ini akan memberikan dukungan dan bimbingan kepada para wirausahawan muda untuk menciptakan solusi digital yang dapat membantu menyelesaikan masalah lokal, sehingga menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah.Melalui program-program ini, IAII Sulawesi Tenggara diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat untuk pembangunan sosial dan ekonomi. Di bawah kepemimpinan Eri Mucyar Hasri, IAII akan berupaya memperkuat jalinan kerjasama dengan berbagai institusi, baik pemerintah, pendidikan, maupun sektor swasta. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan mempercepat adopsi teknologi di kalangan masyarakat.Musyawarah Wilayah 1 ini bukan hanya sekadar sebuah acara formal, tetapi merupakan momen penting untuk membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan IAII Sulawesi Tenggara. Dengan kepemimpinan Eri Mucyar Hasri yang penuh semangat dan inovasi, semua anggota diajak untuk bersama-sama berkontribusi dan mengambil bagian dalam perjalanan menuju perkembangan teknologi yang lebih baik. Mari kita sambut masa depan dengan optimisme dan dedikasi, demi kemajuan organisasi dan masyarakat Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.
SelengkapnyaHimpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dengan penuh antusias menyelenggarakan kegiatan Games Critical Thinking yang dirancang khusus untuk mahasiswa baru (Maba) Teknik Informatika. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang para mahasiswa baru di antara jadwal mata kuliah yang mungkin belum sepenuhnya padat pada awal semester, sambil memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis. Program ini tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pembelajaran interaktif yang menyenangkan, di mana mahasiswa dapat belajar bekerja sama dalam tim, menyelesaikan masalah secara kolektif, dan memperkuat kemampuan berpikir logis dalam situasi-situasi yang menantang. Dalam Games Critical Thinking, mahasiswa akan dihadapkan pada berbagai skenario yang memerlukan analisis mendalam, pemecahan masalah yang kreatif, dan pengambilan keputusan yang tepat. Setiap kelompok akan ditantang untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek berpikir kritis seperti mempertimbangkan informasi, menemukan fakta, menganalisis data, serta menyusun argumen yang rasional. Melalui proses ini, para peserta tidak hanya akan belajar tentang pentingnya kerja sama tim, tetapi juga memperluas wawasan mereka mengenai cara berpikir secara sistematis dan logis, yang tentu saja akan berguna baik dalam dunia akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain menambah ilmu dan keterampilan baru, peserta juga memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah dengan total mencapai 1 juta rupiah, yang dibagi menjadi tiga kategori pemenang: juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar 500 ribu rupiah, juara kedua sebesar 300 ribu rupiah, dan juara ketiga sebesar 200 ribu rupiah. Ini tentunya menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa baru untuk ikut berpartisipasi dan bersaing secara sehat dalam lomba ini. Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 25 September 2024, bertempat di Lantai 3, Fakultas Teknik, Prodi Teknik Informatika ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan antusiasme di kalangan mahasiswa baru, sekaligus menjadi ajang perkenalan antara sesama Maba yang mungkin masih asing satu sama lain. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi cara yang efektif bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan mahasiswa baru, serta memperkenalkan berbagai program dan kegiatan yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan. Dengan tema "Jadilah Mahasiswa, Agent of Change", acara ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai penting kepada mahasiswa baru tentang pentingnya menjadi agen perubahan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik. Kemampuan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan-tantangan di era modern, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat. Dengan semua aspek positif yang ditawarkan, Games Critical Thinking ini jelas menjadi kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh Maba Teknik Informatika. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi dan rekreasi intelektual, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membentuk mindset yang kuat dan membangun fondasi yang kokoh sebagai mahasiswa yang siap bersaing di dunia akademik maupun profesional di masa depan. Dengan adanya dukungan penuh dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan para dosen, diharapkan acara ini dapat berjalan lancar, sukses, dan membawa manfaat yang nyata bagi seluruh peserta. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini! Persiapkan tim terbaikmu dan buktikan bahwa kamu adalah bagian dari generasi mahasiswa yang siap menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih baik! Sebagai lanjutan dari program Games Critical Thinking yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sesaat, tetapi juga menjadi landasan awal bagi mahasiswa baru untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka sepanjang masa studi di universitas. Dalam dunia yang semakin kompleks dan dinamis, kemampuan untuk berpikir kritis, menganalisis informasi secara mendalam, serta mengambil keputusan dengan tepat, menjadi keterampilan yang sangat esensial. Hal ini menjadi semakin penting bagi mahasiswa Teknik Informatika yang akan dihadapkan pada berbagai tantangan teknologi dan inovasi, di mana kemampuan untuk memahami dan memecahkan masalah akan sangat menentukan keberhasilan mereka di masa depan. Selain mengasah kemampuan berpikir, acara ini juga menjadi sarana yang tepat untuk menjalin hubungan sosial antar mahasiswa baru. Sebagai mahasiswa yang baru bergabung di kampus, banyak dari mereka mungkin masih dalam tahap adaptasi dengan lingkungan baru, teman-teman baru, serta pola perkuliahan yang berbeda dengan masa sekolah sebelumnya. Melalui kegiatan seperti ini, mereka diberikan kesempatan untuk saling mengenal lebih baik, berkolaborasi, dan membangun jaringan pertemanan yang solid. Di dunia perkuliahan, jaringan pertemanan yang kuat sangat penting, baik untuk saling membantu dalam proses belajar, maupun untuk mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan akademik dan non-akademik. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal budaya dan dinamika yang ada di Fakultas Teknik, khususnya di Jurusan Teknik Informatika. Dengan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan semacam ini, mereka akan semakin memahami bagaimana peran mahasiswa dalam organisasi kampus, serta bagaimana kontribusi mereka dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan tema besar acara ini, yaitu “Jadilah Mahasiswa, Agent of Change”, di mana setiap mahasiswa didorong untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik di masyarakat. Lebih dari itu, acara Games Critical Thinking juga menjadi bukti nyata bahwa Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika berkomitmen untuk terus memberikan wadah bagi pengembangan diri mahasiswa, baik melalui kegiatan akademis maupun non-akademis. Dalam jangka panjang, HMJ akan terus berupaya menyelenggarakan berbagai kegiatan lain yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam berbagai aspek, mulai dari teknologi, manajemen waktu, komunikasi, hingga kepemimpinan. Acara ini hanyalah awal dari berbagai program yang akan dilaksanakan, yang semuanya dirancang untuk menciptakan mahasiswa Teknik Informatika yang kompeten, berdaya saing, dan siap berinovasi. Bagi mahasiswa baru yang mengikuti acara ini, manfaat yang mereka dapatkan tidak hanya sebatas kompetisi dan hadiah semata, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat membantu mereka dalam memahami pentingnya kerja sama tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Mereka akan belajar bagaimana berpikir secara sistematis dalam menyelesaikan masalah, bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan rekan satu tim, serta bagaimana menempatkan diri mereka sebagai bagian dari solusi, bukan hanya sebagai pengamat. Semua keterampilan ini akan menjadi bekal yang sangat berguna, baik dalam dunia perkuliahan maupun dalam kehidupan profesional di masa depan. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi momen yang berkesan bagi setiap peserta, sekaligus menjadi langkah awal untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam setiap kesempatan yang ada di kampus. Setiap mahasiswa baru memiliki potensi untuk menjadi agent of change—sosok yang tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga berani memimpin perubahan dan membawa dampak positif di mana pun mereka berada. Dengan semangat yang dibangun melalui Games Critical Thinking, mari bersama-sama mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dunia nyata, menciptakan solusi inovatif, dan menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik melalui kontribusi nyata kita sebagai mahasiswa Teknik Informatika Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Selain sebagai ajang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan menjalin relasi yang lebih erat dengan sesama mahasiswa baru, kegiatan Games Critical Thinking ini diharapkan juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian di kalangan peserta. Dalam dinamika dunia perkuliahan yang berbeda dari bangku sekolah, mahasiswa akan dihadapkan pada situasi di mana mereka harus mengambil inisiatif, berpikir mandiri, dan bertanggung jawab atas pilihan mereka. Melalui acara ini, peserta akan belajar bagaimana menghadapi tantangan dengan kepala dingin dan menyelesaikan masalah secara kreatif dalam situasi yang penuh tekanan. Lebih jauh lagi, Games Critical Thinking tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi intelektual, tetapi juga sebagai simulasi kecil dari dunia nyata, di mana masalah-masalah yang kompleks membutuhkan solusi yang tak hanya mengandalkan satu sudut pandang. Mahasiswa dituntut untuk memproses informasi dengan cepat, menyaring fakta, dan merumuskan strategi pemecahan masalah dengan tim mereka. Ini adalah proses yang menumbuhkan karakter kepemimpinan dan rasa tanggung jawab, yang sangat diperlukan dalam dunia kerja dan kehidupan profesional. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini merupakan cerminan dari bagaimana Fakultas Teknik, khususnya Program Studi Teknik Informatika, berupaya untuk terus membekali mahasiswanya dengan soft skills yang tidak kalah penting dari pengetahuan teknis. Di era Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0 yang tengah kita hadapi, kemampuan seperti berpikir kritis, berkolaborasi, dan memimpin menjadi sangat esensial. Dunia teknologi tidak hanya membutuhkan individu yang cerdas secara teknis, tetapi juga sosok-sosok yang mampu berpikir strategis, adaptif, dan kreatif dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dengan cepat. Partisipasi dalam Games Critical Thinking juga merupakan langkah awal bagi mahasiswa baru untuk lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus yang bermanfaat. Keterlibatan dalam kegiatan himpunan mahasiswa tidak hanya akan memperkaya pengalaman mereka di luar kelas, tetapi juga membentuk sikap proaktif dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Keterlibatan ini bisa menjadi bekal berharga bagi mahasiswa saat mereka nanti terjun ke dunia kerja, di mana kemampuan untuk bekerja dalam tim, memimpin kelompok, dan menghadapi tekanan menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh para pemberi kerja. Selain itu, acara ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi dan menggali potensi mereka di bidang lain. Mereka akan menyadari bahwa dunia perkuliahan bukan hanya tentang kuliah, tugas, dan ujian, tetapi juga tentang bagaimana mereka membangun keterampilan hidup yang lebih luas, seperti manajemen waktu, keterampilan interpersonal, hingga manajemen konflik. Semua ini akan sangat berperan dalam mempersiapkan mereka untuk dunia yang lebih besar di luar sana. Tak ketinggalan, dukungan penuh dari dosen dan tenaga pendidik di Fakultas Teknik juga menambah nilai penting dari kegiatan ini. Para dosen yang hadir dan memberikan arahan selama acara akan memperkuat ikatan antara mahasiswa baru dengan pihak fakultas. Ini akan menciptakan rasa nyaman bagi para mahasiswa dalam berkomunikasi dan berdiskusi dengan dosen di luar kegiatan perkuliahan formal. Hubungan yang baik antara dosen dan mahasiswa ini akan memudahkan mahasiswa dalam memahami materi, meminta bimbingan, atau mendapatkan saran terkait karier mereka di masa depan. Kegiatan seperti Games Critical Thinking juga menjadi bukti nyata bahwa Teknik Informatika di Unidayan berfokus tidak hanya pada pendidikan akademik yang berkualitas, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepribadian mahasiswa. Melalui kegiatan yang mengombinasikan pembelajaran, kompetisi, dan hiburan ini, mahasiswa diajak untuk menikmati proses belajar dengan cara yang menyenangkan, yang pada akhirnya akan membentuk semangat belajar yang lebih tinggi. Dengan demikian, seluruh rangkaian acara Games Critical Thinking ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa baru. Acara ini menjadi tonggak awal perjalanan mereka di dunia perkuliahan, di mana mereka akan terus ditempa, baik secara akademik maupun non-akademik, untuk menjadi individu yang siap menghadapi tantangan masa depan. Mari, mahasiswa baru Teknik Informatika, jadilah bagian dari perubahan, jadilah agen yang membawa kemajuan di era digital ini. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kita bangun masa depan yang lebih cerah bersama!
SelengkapnyaDalam rangka mempersiapkan Pilkada Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Panggung Demokrasi." Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa dalam proses pemilihan umum yang akan datang, dengan tema "Peran dan Partisipasi Mahasiswa dalam Pilkada Serentak 2024."Kegiatan sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui program "Panggung Demokrasi" dilaksanakan pada hari Kamis, 19 September 2024, di Kampus Istana Ilmiah, mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai. Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), yang antusias menyimak paparan dari Bapak Mochammad Afifuddin, S.Th.I., M.Si, Pimpinan KPU RI. Dalam suasana yang penuh semangat, mahasiswa diberikan wawasan mendalam tentang pentingnya peran mereka dalam Pilkada Serentak 2024. Diskusi interaktif ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tentang mekanisme pemilu, tetapi juga mendorong partisipasi aktif sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Unidayan semakin peka terhadap isu-isu politik dan siap untuk berkontribusi dalam menciptakan demokrasi yang lebih baik di Sulawesi Tenggara.Kegiatan sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui program "Panggung Demokrasi" berlangsung dengan meriah dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan). Acara ini mengangkat tema "Peran dan Partisipasi Mahasiswa dalam Pilkada Serentak 2024," bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik dan keterlibatan mahasiswa dalam proses demokrasi. Dalam kesempatan ini, Bapak Mochammad Afifuddin, S.Th.I., M.Si, selaku Pimpinan KPU RI, memberikan kuliah umum yang sangat informatif dan interaktif. Beliau menjelaskan peran strategis KPU dalam menyelenggarakan pemilu yang adil dan transparan, serta menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa sebagai generasi muda dalam menentukan arah kepemimpinan daerah. Diskusi ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Dengan antusiasme tinggi, mahasiswa Unidayan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab, menggali lebih dalam tentang isu-isu terkini seputar pemilu dan tantangan yang dihadapi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami hak dan kewajiban mereka sebagai pemilih, tetapi juga terinspirasi untuk berperan serta dalam menjaga integritas pemilu, sehingga menciptakan demokrasi yang lebih baik dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Acara ini menjadi momen penting bagi Unidayan untuk menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya akademis unggul, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan politik di sekitarnya.Kegiatan ini juga menciptakan ruang dialog yang terbuka antara mahasiswa dan pihak KPU, di mana mahasiswa dapat langsung mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban dari narasumber yang berpengalaman. Dengan semangat diskusi yang hidup, banyak mahasiswa yang berbagi pandangan dan pengalaman mereka terkait isu-isu pemilu yang relevan, seperti pentingnya suara muda dalam menentukan arah pembangunan daerah. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam sesi tanya jawab menunjukkan kesadaran mereka akan tanggung jawab sebagai pemilih yang cerdas.Selain itu, acara ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara KPU dan kampus untuk mendorong literasi politik di kalangan generasi muda. Melalui program-program lanjutan dan inisiatif kreatif, mahasiswa Unidayan diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam pemilu, tetapi juga sebagai pemimpin di masa depan yang mampu memengaruhi kebijakan publik secara positif. Kegiatan sosialisasi "Panggung Demokrasi" diharapkan menjadi momen bersejarah yang membangkitkan semangat partisipasi politik di kalangan mahasiswa, sekaligus mengukuhkan posisi Unidayan sebagai pusat pendidikan yang peduli terhadap dinamika sosial dan politik. Dengan demikian, setiap mahasiswa diharapkan keluar dari acara ini tidak hanya dengan pengetahuan baru, tetapi juga dengan motivasi untuk terlibat aktif dalam membangun demokrasi yang lebih baik.Kegiatan sosialisasi "Panggung Demokrasi" tidak hanya menjadi ajang untuk mendengarkan materi, tetapi juga menjadi platform bagi mahasiswa untuk saling bertukar ide dan perspektif mengenai peran mereka dalam Pilkada Serentak 2024. Selama sesi berlangsung, mahasiswa terlihat antusias, mencatat informasi penting dan berdiskusi dengan teman-teman mereka tentang langkah-langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan partisipasi pemilih di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.Bapak Mochammad Afifuddin dengan bijak mengajak mahasiswa untuk melihat pemilu bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai kesempatan untuk mengubah masa depan daerah. Beliau menekankan bahwa suara setiap individu sangat berarti dalam menentukan pemimpin yang akan membawa visi dan misi pembangunan. Suasana di ruang acara dipenuhi semangat, dengan banyak mahasiswa yang mengangkat tangan untuk bertanya atau berbagi pandangan mereka, menciptakan suasana diskusi yang hidup dan inspiratif.Kegiatan ini juga ditutup dengan harapan dan komitmen untuk lebih banyak lagi kolaborasi antara KPU dan Unidayan di masa mendatang, dengan tujuan meningkatkan kesadaran politik di kalangan generasi muda. Dengan adanya program-program tambahan yang direncanakan, seperti pelatihan relawan pemilu dan seminar tentang etika pemilih, diharapkan mahasiswa Unidayan dapat berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu.Secara keseluruhan, sosialisasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pemilu, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses demokrasi. Dengan bekal pengetahuan dan semangat yang baru, mahasiswa diharapkan bisa menjadi pendorong perubahan yang positif, bukan hanya di kampus, tetapi juga di lingkungan sekitar mereka, mengukir masa depan yang lebih baik bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.
Selengkapnya