research
  • 07 Jan
  • 2025

KOLABORASI DAN EVALUASI : EMPAT PROGRAM STUDI FAKULTAS TEKNIK GELAR RAPAT PENGISIAN LKPS , BERSINERGI MENUJU AKREDITASI UNGGUL

  • Oleh FT Operator

Sebagai langkah strategis dalam menghadapi akreditasi yang akan datang, empat program studi di Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Informatika, dan Teknik Pertambangan, secara serentak menggelar rapat pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Setiap program studi melaksanakan rapat secara terpisah di ruang pertemuan masing-masing, yang dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) mereka. Kaprodi Teknik Sipil membuka rapat dengan memberikan arahan tentang pentingnya pengisian LKPS secara teliti dan akurat, mengingat dokumen ini akan menjadi dasar penilaian kinerja program studi. Ia juga menekankan bahwa seluruh tim harus bekerja sama dan bersinergi agar data yang dikumpulkan dapat memenuhi semua indikator akreditasi.

Di ruang lain, Kaprodi Teknik Mesin memimpin rapat dengan gaya yang penuh semangat. Ia mengajak seluruh dosen dan staf untuk aktif berkontribusi dalam proses pengisian LKPS. Menurutnya, akreditasi bukan hanya sekadar penilaian administratif, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap kualitas akademik yang telah dicapai selama ini. Oleh karena itu, beliau mengimbau agar semua pihak serius dalam melengkapi dokumen yang diperlukan.

Sementara itu, rapat di Program Studi Teknik Informatika berlangsung dengan fokus pada pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kaprodi Teknik Informatika menjelaskan bahwa salah satu aspek penting dalam akreditasi adalah seberapa besar kontribusi program studi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Ia meminta setiap dosen untuk segera menyerahkan laporan penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

Di ruang Program Studi Teknik Pertambangan, suasana rapat berjalan cukup intens. Kaprodi Teknik Pertambangan mengawali rapat dengan memberikan gambaran umum mengenai standar akreditasi terbaru dari BAN-PT. Beliau menekankan bahwa semua data, mulai dari profil dosen hingga kinerja lulusan, harus diisi dengan benar dan diverifikasi sebelum diserahkan. Kaprodi juga membentuk beberapa tim kecil yang bertugas mengurus bagian-bagian tertentu dari LKPS.

Rapat pengisian LKPS ini tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan data, tetapi juga menjadi ajang diskusi dan evaluasi kinerja program studi. Setiap dosen diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan berbagi pengalaman terkait proses akreditasi yang pernah mereka lalui sebelumnya. Hal ini dilakukan agar tim penyusun LKPS dapat belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dan menghindari kesalahan yang sama.

Dalam rapat di Program Studi Teknik Mesin, perhatian khusus diberikan pada aspek sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran. Kaprodi menegaskan bahwa fasilitas laboratorium harus didokumentasikan dengan baik, termasuk ketersediaan alat-alat praktik yang memadai. Beliau juga menginstruksikan tim teknis untuk mengambil foto dan menyusun laporan terkait kondisi fasilitas yang ada.

Program Studi Teknik Sipil lebih menitikberatkan pada aspek kerjasama dengan pihak eksternal. Kaprodi mengungkapkan bahwa kerjasama dengan industri dan instansi pemerintah dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian akreditasi. Oleh karena itu, beliau meminta timnya untuk segera mengumpulkan dokumen pendukung yang menunjukkan bukti kerjasama yang telah terjalin.

Di Program Studi Teknik Informatika membahas pentingnya dokumentasi kegiatan mahasiswa. Kaprodi menyatakan bahwa prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, harus dicatat dan dilaporkan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa program studi tidak hanya fokus pada kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Di sisi lain, Teknik Pertambangan, salah satu isu yang dibahas adalah terkait rasio dosen terhadap mahasiswa. Kaprodi menjelaskan bahwa rasio ini merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi. Untuk itu, beliau meminta bagian administrasi akademik untuk memastikan bahwa data terkait jumlah mahasiswa aktif telah diperbarui dan valid.

Setiap program studi menyadari bahwa proses akreditasi adalah hal yang sangat penting dan menentukan masa depan mereka. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam menyusun LKPS. Seluruh dosen dan staf diinstruksikan untuk bekerja sama dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Setelah sesi presentasi dari setiap tim, rapat dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Diskusi ini bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah yang mungkin timbul selama proses pengisian LKPS. Beberapa masalah yang diidentifikasi antara lain adalah kesulitan dalam mengumpulkan data alumni serta keterbatasan waktu dalam menyusun laporan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, setiap program studi sepakat membentuk tim khusus yang bertugas menghubungi alumni. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan bagian alumni universitas agar data yang diperoleh lebih akurat dan lengkap. Tim ini akan bertanggung jawab dalam mengumpulkan informasi terkait pekerjaan alumni, kontribusi mereka di masyarakat, serta hubungan mereka dengan program studi.

Di akhir rapat, masing-masing Kaprodi memberikan arahan terakhir dan mengingatkan seluruh tim tentang pentingnya menjaga kualitas data yang disajikan. Mereka menegaskan bahwa data yang tidak valid atau tidak lengkap dapat mempengaruhi hasil akreditasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, verifikasi data menjadi hal yang wajib dilakukan sebelum laporan diserahkan.

Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, setiap program studi akan mengadakan rapat evaluasi mingguan. Rapat ini bertujuan untuk memantau perkembangan pengisian LKPS serta mengidentifikasi kendala yang muncul di lapangan. Dengan adanya rapat evaluasi ini, diharapkan proses penyusunan LKPS dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, fakultas juga berencana untuk mengundang narasumber dari pihak Universitas yang berpengalaman dalam proses akreditasi. Narasumber ini akan memberikan bimbingan teknis serta tips-tips dalam menghadapi visitasi dari tim asesor BAN-PT. Dengan demikian, fakultas berharap dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Kaprodi Teknik Sipil menutup rapat dengan mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim. Beliau optimis bahwa dengan kerja sama yang baik, program studi Teknik Sipil akan mampu meraih hasil akreditasi yang memuaskan. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kaprodi Teknik Mesin, Teknik Informatika, dan Teknik Pertambangan.

Rapat pengisian LKPS ini tidak hanya menjadi ajang persiapan akreditasi, tetapi juga menjadi momentum bagi setiap program studi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas mereka. Dengan evaluasi yang menyeluruh, diharapkan program studi di Fakultas Teknik Universitas Dayan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Dalam waktu dekat, fakultas akan mengadakan rapat koordinasi dengan pimpinan universitas untuk melaporkan progres pengisian LKPS. Rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh universitas dan BAN-PT.

Seluruh civitas akademika Fakultas Teknik berharap bahwa proses akreditasi ini akan berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang membanggakan. Mereka yakin bahwa dengan kerja keras dan doa, Fakultas Teknik Universitas Dayanu Iksanuddin akan mampu meraih akreditasi dengan predikat unggul.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi, Fakultas Teknik siap menghadapi tantangan akreditasi. Mereka percaya bahwa hasil akreditasi yang baik akan membuka peluang lebih besar bagi fakultas untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.