Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (HMTP-UND) dengan penuh semangat dan antusiasme baru saja merayakan Milad ke-VII, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi ini. Perayaan yang berlangsung meriah tersebut mengusung tema besar "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang," yang tidak hanya menjadi refleksi atas berbagai keberhasilan yang telah diraih tetapi juga sebagai komitmen untuk terus bergerak maju menghadapi tantangan masa depan. Tema ini diharapkan mampu menggambarkan semangat perubahan yang terus didorong oleh HMTP-UND untuk menjadi himpunan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kolaboratif dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak demi menciptakan dampak positif bagi dunia pertambangan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Milad, HMTP-UND juga menggelar dialog publik yang mengangkat tema menarik dan relevan, yaitu "Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton." Tema ini dipilih dengan tujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam kepada mahasiswa, praktisi, dan masyarakat umum tentang potensi besar Pulau Buton sebagai salah satu kawasan dengan cadangan minyak aspal terbesar di dunia. Dialog ini juga bertujuan untuk membahas bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah serta nasional. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, selaku Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak Agung Purnomo, S.T., sebagai Kepala Teknik Tambang PT. WIKA, dan Bapak Ahmad Faisal, S.T., yang merupakan Juru Bicara PERHAPI Sultra. Kehadiran ketiga pemateri ini memberikan perspektif yang sangat beragam namun saling melengkapi, mencakup aspek akademik, teknis, dan profesional dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kaprodi Teknik Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak LM Yazid Amsah, S.Si., M.T., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Milad ke-VII Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP-UND) yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Beliau mengungkapkan kebanggaannya terhadap HMTP-UND yang telah menjadi wadah pengembangan diri dan intelektual bagi para mahasiswa Teknik Pertambangan, serta mampu menghadirkan program-program berkualitas yang tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya transformasi yang diusung dalam tema Milad kali ini, yakni "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang." Kaprodi menegaskan bahwa transformasi tidak hanya berarti perubahan, tetapi juga upaya untuk terus meningkatkan kualitas diri, organisasi, dan kontribusi di berbagai aspek. HMTP-UND, menurut beliau, telah menunjukkan semangat untuk beradaptasi dengan tantangan zaman dan mempersiapkan mahasiswa menjadi calon-calon profesional yang siap bersaing di dunia global.
Bapak LM Yazid Amsah juga memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan dialog publik yang mengangkat tema strategis, yakni "Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton." Beliau menyebutkan bahwa tema ini sangat relevan, mengingat Pulau Buton memiliki potensi besar yang dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah jika dikelola dengan bijaksana. Dalam sambutannya, beliau berharap bahwa diskusi yang dihadirkan melalui dialog publik ini dapat memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Kaprodi mengingatkan bahwa peran mahasiswa Teknik Pertambangan tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu dan teknologi pertambangan, tetapi juga harus memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa transformasi HMTP-UND harus mencakup penguatan nilai-nilai etika, kerja sama, dan kepemimpinan, sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan berintegritas.
Sebagai penutup, Bapak LM Yazid Amsah menyampaikan harapannya agar HMTP-UND terus menjadi garda terdepan dalam mendukung kemajuan sektor pertambangan, baik melalui kegiatan-kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga semangat persatuan, inovasi, dan kolaborasi, karena hanya dengan bekerja bersama-sama, masa depan yang gemilang bagi dunia pertambangan dapat diwujudkan. Sambutan beliau diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, dan pihak-pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, serta doa agar HMTP-UND terus berjaya dan menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak Hilda Sulaiman Nur, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Milad ke-VII Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP-UND). Beliau menyebut acara ini sebagai momentum yang sangat penting, tidak hanya untuk merayakan perjalanan HMTP-UND selama tujuh tahun terakhir, tetapi juga untuk merefleksikan pencapaian dan tantangan yang telah dihadapi. Dekan mengapresiasi semangat para mahasiswa yang telah berhasil menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik, termasuk dialog publik yang menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten, yang tentunya memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta.
Dalam pidatonya, beliau menyoroti tema besar yang diusung dalam Milad kali ini, yakni "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang." Bapak Hilda Sulaiman Nur menegaskan bahwa tema ini mencerminkan visi yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia pertambangan saat ini. Transformasi yang unggul tidak hanya berarti menjadi lebih maju secara teknis atau akademis, tetapi juga mencakup penguatan karakter, etika, dan kepemimpinan yang berbasis kolaborasi. Beliau menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa, akademisi, industri, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan sektor pertambangan yang semakin kompleks di era globalisasi dan perubahan iklim.
Dekan juga memberikan perhatian khusus pada tema dialog publik, yakni "Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton." Beliau menyebut Pulau Buton sebagai salah satu aset strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Namun, beliau juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang bijaksana dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut. “Potensi yang besar harus diiringi dengan tanggung jawab besar pula. Kita tidak hanya memikirkan manfaat ekonominya, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar beliau.
Dalam sambutannya, Bapak Hilda Sulaiman Nur juga menyampaikan harapannya agar HMTP-UND terus menjadi pionir dalam melahirkan generasi muda yang kompeten dan berintegritas di bidang teknik pertambangan. Beliau mengapresiasi berbagai upaya Himpunan ini dalam mendorong anggotanya untuk terus belajar dan berinovasi, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Menurut beliau, mahasiswa Teknik Pertambangan memiliki tanggung jawab besar sebagai calon-calon pemimpin masa depan yang akan memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Dekan Fakultas Teknik menyampaikan doa dan harapan agar HMTP-UND terus maju dan bertransformasi menjadi organisasi mahasiswa yang semakin solid, unggul, dan berdampak luas. Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak berhenti belajar dan terus memperluas wawasan, karena masa depan dunia pertambangan berada di tangan mereka. “Semangat yang kalian tunjukkan hari ini adalah cerminan masa depan yang kita cita-citakan bersama. Tetaplah bersinergi, berinovasi, dan bekerja keras demi mengukir masa depan yang gemilang untuk diri kalian, masyarakat, dan bangsa,” ujar beliau di akhir sambutannya, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Dalam kesempatan perayaan Milad ke-VII Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (HMTP-UND), Ketua HMTP, Novaldin Muzwari, dan Ketua Panitia, Rehan Afdal Samaila, turut memberikan sambutan yang penuh semangat dan inspirasi. Sambutan mereka mencerminkan dedikasi serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara yang bersejarah ini.
Dalam sambutannya, Novaldin Muzwari menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berlangsungnya Milad ke-VII HMTP-UND dengan sukses dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Ia mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk para dosen, alumni, dan mitra organisasi yang telah berkontribusi terhadap kelancaran acara. “Milad ini bukan hanya perayaan, tetapi juga sebuah refleksi dan komitmen untuk terus bertransformasi menjadi himpunan yang unggul dan kolaboratif,” ujarnya.
Novaldin menyoroti tema besar Milad kali ini, “Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang,” sebagai sebuah pengingat bahwa organisasi ini memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak nyata. Ia juga mengajak seluruh anggota HMTP untuk menjadikan momentum ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih jauh dalam menciptakan perubahan positif, baik di bidang akademik, sosial, maupun profesional.
Sebagai penutup, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung HMTP-UND hingga berada pada posisi saat ini. “Mari kita jadikan HMTP sebagai wadah yang tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter unggul dan kepemimpinan yang siap bersaing di masa depan,” kata Novaldin, menutup sambutannya dengan optimisme.
Ketua Panitia, Rehan Afdal Samaila, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan acara ini, yang menurutnya merupakan hasil kerja keras dari seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan panitia yang telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan setiap detail acara berjalan dengan lancar. “Acara ini adalah bukti bahwa kerja sama, kekompakan, dan semangat kebersamaan mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ujar Rehan.
Rehan juga menyoroti pentingnya dialog publik yang diadakan dalam rangkaian Milad ini. Menurutnya, tema “Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton” tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi inspirasi untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh Pulau Buton. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta, khususnya para mahasiswa, untuk terus belajar dan berkontribusi di dunia pertambangan.
Rehan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta, para pemateri, dan pihak-pihak yang telah mendukung acara ini. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Milad ini sebagai awal dari langkah-langkah besar lainnya di masa depan. “Saya percaya, dengan semangat dan kolaborasi yang kuat, HMTP-UND akan terus melangkah maju dan menjadi organisasi yang semakin berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Rehan, menutup sambutannya dengan rasa syukur dan harapan besar untuk masa depan HMTP-UND.
Melalui kegiatan Milad yang ke-VII ini, HMTP-UND telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertambangan, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada perayaan semata, tetapi juga menjadi sebuah momentum strategis untuk memperkuat peran Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan sebagai agen perubahan yang mampu mendorong lahirnya ide-ide baru yang relevan dan solutif terhadap isu-isu yang dihadapi dunia pertambangan saat ini. Dalam dialog publik yang telah dilaksanakan, para peserta diajak untuk mendalami berbagai perspektif tentang bagaimana potensi sumber daya alam di Pulau Buton dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, lingkungan, dan perekonomian negara.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar memaparkan potensi strategis Pulau Buton sebagai salah satu kawasan unggulan dalam sektor energi dan mineral, terutama dengan adanya cadangan minyak aspal yang melimpah. Beliau juga menyoroti pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem yang mendukung penelitian dan pengembangan teknologi baru di sektor pertambangan. Sementara itu, Bapak Agung Purnomo berbagi pengalaman dan pandangan dari sisi praktis mengenai tantangan dan peluang dalam eksplorasi serta eksploitasi minyak aspal di Pulau Buton, termasuk bagaimana inovasi teknologi dapat menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Tidak kalah menarik, Bapak Ahmad Faisal memberikan ulasan tentang peran PERHAPI dalam mengadvokasi pengelolaan sumber daya alam yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemaslahatan masyarakat lokal.
Selain memperkaya wawasan, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan para praktisi industri, memberikan kesempatan untuk bertukar ide dan pengalaman yang berharga. Dialog publik ini diharapkan tidak hanya menjadi momen belajar bersama, tetapi juga mampu menginspirasi mahasiswa untuk lebih berkontribusi dalam mengembangkan sektor pertambangan di masa depan. Perayaan Milad ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa HMTP-UND terus berupaya menjadi organisasi yang relevan, progresif, dan berdampak positif bagi anggotanya, masyarakat, serta dunia pertambangan secara keseluruhan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, HMTP-UND berharap dapat terus melahirkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global dan membawa perubahan nyata demi kemajuan bangsa.
Diskusi yang berlangsung juga berhasil mengidentifikasi tantangan-tantangan yang perlu diatasi bersama, seperti pentingnya investasi pada teknologi eksplorasi yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan limbah tambang yang efektif, hingga pemberdayaan masyarakat lokal agar dapat turut serta merasakan manfaat dari aktivitas pertambangan. Tidak kalah penting, isu mengenai regulasi dan kebijakan juga menjadi sorotan dalam dialog ini, di mana salah satu narasumber menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pihak industri untuk menciptakan kerangka kerja yang mendukung pengembangan sumber daya alam secara holistik. Semua gagasan ini memberikan banyak pembelajaran yang sangat berarti bagi mahasiswa, yang kelak akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan sektor pertambangan Indonesia.
Selain itu, rangkaian acara ini juga menjadi bukti nyata bagaimana HMTP-UND terus bertransformasi menjadi himpunan mahasiswa yang semakin matang dalam melaksanakan program kerja yang berdampak luas. Dengan berbagai tantangan global yang kini melanda, seperti krisis energi dan perubahan iklim, HMTP-UND memahami betul bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu global yang kompleks. Oleh karena itu, melalui tema besar "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang," Himpunan ini secara tidak langsung memberikan pesan kepada seluruh anggotanya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan besar tersebut.
Semangat transformasi ini pun terlihat dalam bagaimana HMTP-UND mengorganisir acara ini dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, praktisi industri, hingga organisasi profesi seperti PERHAPI. Pendekatan kolaboratif semacam ini diharapkan dapat menjadi budaya yang terus melekat di dalam tubuh organisasi, sehingga HMTP-UND dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi emas di bidang teknik pertambangan. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu cara untuk memperluas jaringan profesional dan membuka peluang-peluang baru di dunia kerja, yang tentu akan sangat bermanfaat dalam mempersiapkan karier mereka di masa depan.
HMTP-UND berharap bahwa semangat dan wawasan yang telah diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk melahirkan lebih banyak inovasi dan terobosan dalam dunia pertambangan. Dengan membawa misi besar untuk bertransformasi menjadi organisasi yang unggul, HMTP-UND percaya bahwa kolaborasi yang erat antara seluruh elemen masyarakat akan membawa sektor pertambangan Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi di kancah global. Perjalanan panjang Himpunan ini baru dimulai, dan melalui setiap langkah kecil yang diambil, HMTP-UND terus menanamkan visi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan demi kemajuan bangsa.
Dengan berakhirnya perayaan Milad ke-VII ini, HMTP-UND tidak hanya sekadar menorehkan sejarah baru dalam perjalanan organisasinya, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi anggotanya, masyarakat, dan sektor pertambangan secara luas. Kegiatan yang telah terlaksana bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah-langkah strategis yang akan dilakukan oleh Himpunan dalam mengimplementasikan gagasan-gagasan besar yang telah dibahas. Melalui transformasi yang berkelanjutan, HMTP-UND ingin memastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka, baik secara akademis, teknis, maupun kepemimpinan, sehingga dapat berkontribusi secara nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di sektor pertambangan.
Tema dialog publik tentang potensi sumber daya alam dan cadangan minyak aspal di Pulau Buton memberikan kesadaran yang lebih mendalam kepada mahasiswa tentang pentingnya mengelola sumber daya alam dengan penuh tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi keberlanjutan yang kini menjadi prioritas global, di mana eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial secara holistik. HMTP-UND berencana untuk menjadikan hasil diskusi dari dialog publik ini sebagai referensi dalam menyusun program kerja dan penelitian yang lebih aplikatif di masa mendatang. Dengan menggandeng pihak-pihak terkait, Himpunan berharap dapat berperan aktif dalam mendorong terciptanya solusi inovatif yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem.
Kegiatan ini juga membuka peluang bagi HMTP-UND untuk memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi lainnya, perusahaan tambang, dan organisasi profesi. Langkah ini dianggap penting karena sektor pertambangan memerlukan pendekatan lintas disiplin untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Misalnya, teknologi digital seperti artificial intelligence (AI) dan big data kini mulai diintegrasikan dalam pengelolaan tambang untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Dengan demikian, mahasiswa Teknik Pertambangan tidak hanya harus menguasai pengetahuan konvensional tetapi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini.
Tidak berhenti di sini, HMTP-UND juga berencana untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan inspiratif, seperti seminar, workshop, dan kunjungan lapangan, guna memperkuat kompetensi anggotanya. Salah satu fokus utama ke depan adalah bagaimana menjadikan HMTP-UND sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang pertambangan yang berdaya saing global. Untuk mencapai hal ini, diperlukan konsistensi dalam melaksanakan program kerja yang berdampak dan komitmen dari seluruh anggota untuk terus belajar dan berkontribusi.
Di sisi lain, HMTP-UND juga menyadari pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang tanggung jawab sosial di sektor pertambangan. Keseimbangan antara pengelolaan sumber daya dan pelestarian lingkungan menjadi salah satu misi yang ingin diwujudkan. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan, Himpunan selalu berusaha menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab kepada anggotanya. Harapannya, para lulusan Teknik Pertambangan tidak hanya menjadi ahli di bidang mereka, tetapi juga menjadi pemimpin yang visioner dan mampu memberikan solusi yang seimbang antara kepentingan industri dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat Milad ke-VII yang masih membara, HMTP-UND percaya bahwa kolaborasi yang telah terjalin dengan berbagai pihak akan menjadi pondasi yang kokoh untuk melangkah lebih jauh lagi. Himpunan ini bertekad untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, sehingga dapat menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa lainnya dalam menciptakan perubahan positif. Dengan menjadikan tema “Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang” sebagai pedoman, Himpunan ini siap untuk menghadapi tantangan di masa depan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pertambangan dan masyarakat Indonesia. Perjalanan ini masih panjang, tetapi dengan komitmen dan semangat yang kuat, HMTP-UND yakin akan mampu membawa sektor pertambangan menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang.


