Pada Senin, 23 Desember 2024, Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menyelenggarakan acara yudisium dan pengukuhan sarjana teknik di Baruga La Ode Malim. Dalam acara ini, 165 mahasiswa dari berbagai jurusan teknik menerima pengakuan atas pencapaian akademik mereka. Jumlah mahasiswa yang dikukuhkan terdiri dari 33 mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, 8 mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, 86 mahasiswa Jurusan Informatika, dan 38 mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh mahasiswa Fakultas Teknik yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya. Prosesi ini dihadiri langsung oleh Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, yang memberikan sambutan hangat dan inspiratif kepada seluruh peserta yudisium. Dalam pidatonya, Rektor menyampaikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras selama menempuh pendidikan. Beliau menegaskan bahwa lulusan Fakultas Teknik memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan dalam dunia industri yang terus berkembang. Dalam sambutan penutupnya, Rektor Unidayan, memberikan motivasi kepada seluruh lulusan untuk tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal. Beliau menekankan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang gelar yang diraih, tetapi bagaimana lulusan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi solusi bagi berbagai tantangan. “Kalian adalah kebanggaan universitas ini. Kami percaya, masa depan bangsa ada di tangan kalian, lulusan yang berintegritas, cerdas, dan berdedikasi,” pesan Rektor yang memberikan semangat kepada para lulusan. Acara Pengukuhan diawali dengan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Teknik, Bapak Hilda Sulaiman Nur, S.T., M.T., yang mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka. Dalam sambutannya, Dekan menyoroti pentingnya peran sarjana teknik dalam mendukung pembangunan bangsa, terutama di era modern yang menuntut inovasi dan teknologi maju. Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam menjalani karier di masa depan. “Hari ini adalah awal dari perjalanan baru kalian sebagai sarjana teknik. Jadikan ilmu yang kalian peroleh sebagai bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Dekan, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.Puncak acara yudisium ini ditandai dengan pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik Fakultas Teknik, Dari masing-masing jurusan, terdapat tiga orang lulusan terbaik yang telah menunjukkan prestasi akademik yang cemerlang, diantaranya, Lulusan terbaik Prodi Teknik Sipil yaitu : Hana Fakhirah Navylia Hamzah, S.T., Novyanti Wahyu Saputri, S.T., dan Zal Exidar, S.T., Lulusan Terbaik dari prodi Teknik Mesin yaitu : Randi, S.T., La Ode Salim, S.T., dan Muhammad Apriyono, S.T., Lulusan Terbaik Teknik Informatika yaitu : Fahmi, S.T., Karfilah, S.T., dan Anita Safitri, S.T. serta Lulusan Terbaik Teknik Pertambangan yaitu : Maulud Fandry, S.T. , Riska Indu, S.T. dan Beni Kurniawan, S.T. Perwakilan Mahasiswa lulusan Terbaik Hana Fakhirah Navylia Hamzah, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. Dengan capaian akademik yang luar biasa dan kontribusi aktif selama masa studi, Dalam pesan dan kesannya, Hana menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan dari keluarga, dosen, dan teman-temannya selama menjalani pendidikan. “Perjalanan ini tidaklah mudah, tetapi dengan doa dan semangat dari orang-orang terdekat, saya mampu melewati semua tantangan. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya,” ungkap Hana dengan penuh haru.Selain itu, Hana juga memberikan pesan kepada rekan-rekannya untuk terus belajar dan beradaptasi di dunia kerja yang penuh dinamika. Ia berharap agar para lulusan Fakultas Teknik Unidayan dapat menjadi teladan yang membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada. "Kita adalah harapan masa depan, mari kita buktikan bahwa lulusan Fakultas Teknik Unidayan mampu bersaing dan berkontribusi secara global," tambahnya dengan penuh semangat. Setelah sesi formal, acara dilanjutkan dengan ramah tamah antara para lulusan, dosen, dan keluarga yang hadir. Suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan terlihat ketika para lulusan mengenakan toga, berfoto bersama keluarga, serta berbagi cerita dan pengalaman selama menempuh pendidikan. Bagi banyak lulusan, yudisium ini adalah momen yang tidak hanya merayakan akhir dari perjalanan akademik, tetapi juga awal dari babak baru dalam kehidupan mereka. Acara yudisium Fakultas Teknik ini juga menjadi momen refleksi bagi banyak mahasiswa. Mereka mengenang perjuangan panjang yang penuh dengan tantangan, mulai dari tugas berat, proyek besar, hingga sidang akhir yang menuntut kerja keras dan dedikasi tinggi. Namun, semua itu terbayar dengan indah dalam momen pengukuhan yang penuh kebanggaan ini. Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin berharap agar para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari untuk membawa perubahan positif di dunia kerja dan masyarakat. Yudisium ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga tanggung jawab baru sebagai seorang sarjana teknik. Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, dan semangat yang tinggi, para lulusan ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan bangsa. Seluruh sivitas akademika Fakultas Teknik Unidayan mengucapkan selamat kepada para lulusan atas pencapaian yang luar biasa ini. Semoga langkah baru yang mereka ambil akan membawa kesuksesan yang lebih besar di masa depan.
SelengkapnyaHimpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (HMTP-UND) dengan penuh semangat dan antusiasme baru saja merayakan Milad ke-VII, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi ini. Perayaan yang berlangsung meriah tersebut mengusung tema besar "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang," yang tidak hanya menjadi refleksi atas berbagai keberhasilan yang telah diraih tetapi juga sebagai komitmen untuk terus bergerak maju menghadapi tantangan masa depan. Tema ini diharapkan mampu menggambarkan semangat perubahan yang terus didorong oleh HMTP-UND untuk menjadi himpunan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kolaboratif dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak demi menciptakan dampak positif bagi dunia pertambangan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Milad, HMTP-UND juga menggelar dialog publik yang mengangkat tema menarik dan relevan, yaitu "Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton." Tema ini dipilih dengan tujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam kepada mahasiswa, praktisi, dan masyarakat umum tentang potensi besar Pulau Buton sebagai salah satu kawasan dengan cadangan minyak aspal terbesar di dunia. Dialog ini juga bertujuan untuk membahas bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah serta nasional. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, selaku Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak Agung Purnomo, S.T., sebagai Kepala Teknik Tambang PT. WIKA, dan Bapak Ahmad Faisal, S.T., yang merupakan Juru Bicara PERHAPI Sultra. Kehadiran ketiga pemateri ini memberikan perspektif yang sangat beragam namun saling melengkapi, mencakup aspek akademik, teknis, dan profesional dalam pengelolaan sumber daya alam.Kaprodi Teknik Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak LM Yazid Amsah, S.Si., M.T., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Milad ke-VII Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP-UND) yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Beliau mengungkapkan kebanggaannya terhadap HMTP-UND yang telah menjadi wadah pengembangan diri dan intelektual bagi para mahasiswa Teknik Pertambangan, serta mampu menghadirkan program-program berkualitas yang tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya transformasi yang diusung dalam tema Milad kali ini, yakni "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang." Kaprodi menegaskan bahwa transformasi tidak hanya berarti perubahan, tetapi juga upaya untuk terus meningkatkan kualitas diri, organisasi, dan kontribusi di berbagai aspek. HMTP-UND, menurut beliau, telah menunjukkan semangat untuk beradaptasi dengan tantangan zaman dan mempersiapkan mahasiswa menjadi calon-calon profesional yang siap bersaing di dunia global. Bapak LM Yazid Amsah juga memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan dialog publik yang mengangkat tema strategis, yakni "Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton." Beliau menyebutkan bahwa tema ini sangat relevan, mengingat Pulau Buton memiliki potensi besar yang dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah jika dikelola dengan bijaksana. Dalam sambutannya, beliau berharap bahwa diskusi yang dihadirkan melalui dialog publik ini dapat memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Lebih lanjut, Kaprodi mengingatkan bahwa peran mahasiswa Teknik Pertambangan tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu dan teknologi pertambangan, tetapi juga harus memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa transformasi HMTP-UND harus mencakup penguatan nilai-nilai etika, kerja sama, dan kepemimpinan, sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan berintegritas. Sebagai penutup, Bapak LM Yazid Amsah menyampaikan harapannya agar HMTP-UND terus menjadi garda terdepan dalam mendukung kemajuan sektor pertambangan, baik melalui kegiatan-kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga semangat persatuan, inovasi, dan kolaborasi, karena hanya dengan bekerja bersama-sama, masa depan yang gemilang bagi dunia pertambangan dapat diwujudkan. Sambutan beliau diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, dan pihak-pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, serta doa agar HMTP-UND terus berjaya dan menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya. Dekan Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak Hilda Sulaiman Nur, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Milad ke-VII Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP-UND). Beliau menyebut acara ini sebagai momentum yang sangat penting, tidak hanya untuk merayakan perjalanan HMTP-UND selama tujuh tahun terakhir, tetapi juga untuk merefleksikan pencapaian dan tantangan yang telah dihadapi. Dekan mengapresiasi semangat para mahasiswa yang telah berhasil menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik, termasuk dialog publik yang menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten, yang tentunya memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta. Dalam pidatonya, beliau menyoroti tema besar yang diusung dalam Milad kali ini, yakni "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang." Bapak Hilda Sulaiman Nur menegaskan bahwa tema ini mencerminkan visi yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia pertambangan saat ini. Transformasi yang unggul tidak hanya berarti menjadi lebih maju secara teknis atau akademis, tetapi juga mencakup penguatan karakter, etika, dan kepemimpinan yang berbasis kolaborasi. Beliau menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa, akademisi, industri, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan sektor pertambangan yang semakin kompleks di era globalisasi dan perubahan iklim. Dekan juga memberikan perhatian khusus pada tema dialog publik, yakni "Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton." Beliau menyebut Pulau Buton sebagai salah satu aset strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Namun, beliau juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang bijaksana dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut. “Potensi yang besar harus diiringi dengan tanggung jawab besar pula. Kita tidak hanya memikirkan manfaat ekonominya, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar beliau. Dalam sambutannya, Bapak Hilda Sulaiman Nur juga menyampaikan harapannya agar HMTP-UND terus menjadi pionir dalam melahirkan generasi muda yang kompeten dan berintegritas di bidang teknik pertambangan. Beliau mengapresiasi berbagai upaya Himpunan ini dalam mendorong anggotanya untuk terus belajar dan berinovasi, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Menurut beliau, mahasiswa Teknik Pertambangan memiliki tanggung jawab besar sebagai calon-calon pemimpin masa depan yang akan memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Dekan Fakultas Teknik menyampaikan doa dan harapan agar HMTP-UND terus maju dan bertransformasi menjadi organisasi mahasiswa yang semakin solid, unggul, dan berdampak luas. Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak berhenti belajar dan terus memperluas wawasan, karena masa depan dunia pertambangan berada di tangan mereka. “Semangat yang kalian tunjukkan hari ini adalah cerminan masa depan yang kita cita-citakan bersama. Tetaplah bersinergi, berinovasi, dan bekerja keras demi mengukir masa depan yang gemilang untuk diri kalian, masyarakat, dan bangsa,” ujar beliau di akhir sambutannya, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta. Dalam kesempatan perayaan Milad ke-VII Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (HMTP-UND), Ketua HMTP, Novaldin Muzwari, dan Ketua Panitia, Rehan Afdal Samaila, turut memberikan sambutan yang penuh semangat dan inspirasi. Sambutan mereka mencerminkan dedikasi serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara yang bersejarah ini. Dalam sambutannya, Novaldin Muzwari menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berlangsungnya Milad ke-VII HMTP-UND dengan sukses dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Ia mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk para dosen, alumni, dan mitra organisasi yang telah berkontribusi terhadap kelancaran acara. “Milad ini bukan hanya perayaan, tetapi juga sebuah refleksi dan komitmen untuk terus bertransformasi menjadi himpunan yang unggul dan kolaboratif,” ujarnya. Novaldin menyoroti tema besar Milad kali ini, “Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang,” sebagai sebuah pengingat bahwa organisasi ini memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak nyata. Ia juga mengajak seluruh anggota HMTP untuk menjadikan momentum ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih jauh dalam menciptakan perubahan positif, baik di bidang akademik, sosial, maupun profesional. Sebagai penutup, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung HMTP-UND hingga berada pada posisi saat ini. “Mari kita jadikan HMTP sebagai wadah yang tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter unggul dan kepemimpinan yang siap bersaing di masa depan,” kata Novaldin, menutup sambutannya dengan optimisme. Ketua Panitia, Rehan Afdal Samaila, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan acara ini, yang menurutnya merupakan hasil kerja keras dari seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan panitia yang telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan setiap detail acara berjalan dengan lancar. “Acara ini adalah bukti bahwa kerja sama, kekompakan, dan semangat kebersamaan mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ujar Rehan. Rehan juga menyoroti pentingnya dialog publik yang diadakan dalam rangkaian Milad ini. Menurutnya, tema “Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Cadangan Minyak Aspal di Daratan Pulau Buton” tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi inspirasi untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh Pulau Buton. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta, khususnya para mahasiswa, untuk terus belajar dan berkontribusi di dunia pertambangan. Rehan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta, para pemateri, dan pihak-pihak yang telah mendukung acara ini. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Milad ini sebagai awal dari langkah-langkah besar lainnya di masa depan. “Saya percaya, dengan semangat dan kolaborasi yang kuat, HMTP-UND akan terus melangkah maju dan menjadi organisasi yang semakin berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Rehan, menutup sambutannya dengan rasa syukur dan harapan besar untuk masa depan HMTP-UND. Melalui kegiatan Milad yang ke-VII ini, HMTP-UND telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertambangan, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada perayaan semata, tetapi juga menjadi sebuah momentum strategis untuk memperkuat peran Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan sebagai agen perubahan yang mampu mendorong lahirnya ide-ide baru yang relevan dan solutif terhadap isu-isu yang dihadapi dunia pertambangan saat ini. Dalam dialog publik yang telah dilaksanakan, para peserta diajak untuk mendalami berbagai perspektif tentang bagaimana potensi sumber daya alam di Pulau Buton dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, lingkungan, dan perekonomian negara. Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar memaparkan potensi strategis Pulau Buton sebagai salah satu kawasan unggulan dalam sektor energi dan mineral, terutama dengan adanya cadangan minyak aspal yang melimpah. Beliau juga menyoroti pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem yang mendukung penelitian dan pengembangan teknologi baru di sektor pertambangan. Sementara itu, Bapak Agung Purnomo berbagi pengalaman dan pandangan dari sisi praktis mengenai tantangan dan peluang dalam eksplorasi serta eksploitasi minyak aspal di Pulau Buton, termasuk bagaimana inovasi teknologi dapat menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Tidak kalah menarik, Bapak Ahmad Faisal memberikan ulasan tentang peran PERHAPI dalam mengadvokasi pengelolaan sumber daya alam yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemaslahatan masyarakat lokal. Selain memperkaya wawasan, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan para praktisi industri, memberikan kesempatan untuk bertukar ide dan pengalaman yang berharga. Dialog publik ini diharapkan tidak hanya menjadi momen belajar bersama, tetapi juga mampu menginspirasi mahasiswa untuk lebih berkontribusi dalam mengembangkan sektor pertambangan di masa depan. Perayaan Milad ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa HMTP-UND terus berupaya menjadi organisasi yang relevan, progresif, dan berdampak positif bagi anggotanya, masyarakat, serta dunia pertambangan secara keseluruhan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, HMTP-UND berharap dapat terus melahirkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global dan membawa perubahan nyata demi kemajuan bangsa. Diskusi yang berlangsung juga berhasil mengidentifikasi tantangan-tantangan yang perlu diatasi bersama, seperti pentingnya investasi pada teknologi eksplorasi yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan limbah tambang yang efektif, hingga pemberdayaan masyarakat lokal agar dapat turut serta merasakan manfaat dari aktivitas pertambangan. Tidak kalah penting, isu mengenai regulasi dan kebijakan juga menjadi sorotan dalam dialog ini, di mana salah satu narasumber menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pihak industri untuk menciptakan kerangka kerja yang mendukung pengembangan sumber daya alam secara holistik. Semua gagasan ini memberikan banyak pembelajaran yang sangat berarti bagi mahasiswa, yang kelak akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan sektor pertambangan Indonesia. Selain itu, rangkaian acara ini juga menjadi bukti nyata bagaimana HMTP-UND terus bertransformasi menjadi himpunan mahasiswa yang semakin matang dalam melaksanakan program kerja yang berdampak luas. Dengan berbagai tantangan global yang kini melanda, seperti krisis energi dan perubahan iklim, HMTP-UND memahami betul bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu global yang kompleks. Oleh karena itu, melalui tema besar "Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang," Himpunan ini secara tidak langsung memberikan pesan kepada seluruh anggotanya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan besar tersebut. Semangat transformasi ini pun terlihat dalam bagaimana HMTP-UND mengorganisir acara ini dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, praktisi industri, hingga organisasi profesi seperti PERHAPI. Pendekatan kolaboratif semacam ini diharapkan dapat menjadi budaya yang terus melekat di dalam tubuh organisasi, sehingga HMTP-UND dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi emas di bidang teknik pertambangan. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu cara untuk memperluas jaringan profesional dan membuka peluang-peluang baru di dunia kerja, yang tentu akan sangat bermanfaat dalam mempersiapkan karier mereka di masa depan. HMTP-UND berharap bahwa semangat dan wawasan yang telah diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk melahirkan lebih banyak inovasi dan terobosan dalam dunia pertambangan. Dengan membawa misi besar untuk bertransformasi menjadi organisasi yang unggul, HMTP-UND percaya bahwa kolaborasi yang erat antara seluruh elemen masyarakat akan membawa sektor pertambangan Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi di kancah global. Perjalanan panjang Himpunan ini baru dimulai, dan melalui setiap langkah kecil yang diambil, HMTP-UND terus menanamkan visi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan demi kemajuan bangsa. Dengan berakhirnya perayaan Milad ke-VII ini, HMTP-UND tidak hanya sekadar menorehkan sejarah baru dalam perjalanan organisasinya, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi anggotanya, masyarakat, dan sektor pertambangan secara luas. Kegiatan yang telah terlaksana bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah-langkah strategis yang akan dilakukan oleh Himpunan dalam mengimplementasikan gagasan-gagasan besar yang telah dibahas. Melalui transformasi yang berkelanjutan, HMTP-UND ingin memastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka, baik secara akademis, teknis, maupun kepemimpinan, sehingga dapat berkontribusi secara nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di sektor pertambangan. Tema dialog publik tentang potensi sumber daya alam dan cadangan minyak aspal di Pulau Buton memberikan kesadaran yang lebih mendalam kepada mahasiswa tentang pentingnya mengelola sumber daya alam dengan penuh tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi keberlanjutan yang kini menjadi prioritas global, di mana eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial secara holistik. HMTP-UND berencana untuk menjadikan hasil diskusi dari dialog publik ini sebagai referensi dalam menyusun program kerja dan penelitian yang lebih aplikatif di masa mendatang. Dengan menggandeng pihak-pihak terkait, Himpunan berharap dapat berperan aktif dalam mendorong terciptanya solusi inovatif yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi HMTP-UND untuk memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi lainnya, perusahaan tambang, dan organisasi profesi. Langkah ini dianggap penting karena sektor pertambangan memerlukan pendekatan lintas disiplin untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Misalnya, teknologi digital seperti artificial intelligence (AI) dan big data kini mulai diintegrasikan dalam pengelolaan tambang untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Dengan demikian, mahasiswa Teknik Pertambangan tidak hanya harus menguasai pengetahuan konvensional tetapi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini. Tidak berhenti di sini, HMTP-UND juga berencana untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan inspiratif, seperti seminar, workshop, dan kunjungan lapangan, guna memperkuat kompetensi anggotanya. Salah satu fokus utama ke depan adalah bagaimana menjadikan HMTP-UND sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang pertambangan yang berdaya saing global. Untuk mencapai hal ini, diperlukan konsistensi dalam melaksanakan program kerja yang berdampak dan komitmen dari seluruh anggota untuk terus belajar dan berkontribusi. Di sisi lain, HMTP-UND juga menyadari pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang tanggung jawab sosial di sektor pertambangan. Keseimbangan antara pengelolaan sumber daya dan pelestarian lingkungan menjadi salah satu misi yang ingin diwujudkan. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan, Himpunan selalu berusaha menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab kepada anggotanya. Harapannya, para lulusan Teknik Pertambangan tidak hanya menjadi ahli di bidang mereka, tetapi juga menjadi pemimpin yang visioner dan mampu memberikan solusi yang seimbang antara kepentingan industri dan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat Milad ke-VII yang masih membara, HMTP-UND percaya bahwa kolaborasi yang telah terjalin dengan berbagai pihak akan menjadi pondasi yang kokoh untuk melangkah lebih jauh lagi. Himpunan ini bertekad untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, sehingga dapat menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa lainnya dalam menciptakan perubahan positif. Dengan menjadikan tema “Transformasi HMTP-UND yang Unggul dan Kolaboratif Demi Mengukir Masa Depan Pertambangan yang Gemilang” sebagai pedoman, Himpunan ini siap untuk menghadapi tantangan di masa depan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pertambangan dan masyarakat Indonesia. Perjalanan ini masih panjang, tetapi dengan komitmen dan semangat yang kuat, HMTP-UND yakin akan mampu membawa sektor pertambangan menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang.
SelengkapnyaHimpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) dengan penuh semangat telah menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang bertemakan "Menciptakan Kader yang Kritis, Bermoral, dan Loyal terhadap Lembaga untuk Meningkatkan Eksistensi HMS Unidayan". Kegiatan LDK di adakan di baruga la ode malim, dan berlangsung selama beberapa hari yaitu dilaksanakan hari senin 9 desember sampai rabu 11 desember 2024 dengan berbagai materi menarik, meliputi : Ice Breaking, Teknik Diskusi dan persidangan, kemahasiswaan, keoorganisasian, kepemimpinan, kesetaraan gender, wawasan kebangsaan, sistem perguruan tinggi, Sejarah Teknik, aspek Teknik sipil dalam Masyarakat, manajemen konflik, tantangan akademik dalam pemenuhan tenaga ahli di bidang Teknik sipil, dan materi spiritual. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para mahasiswa, khususnya anggota HMS, dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan dasar tentang kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengembangan karakter. Selama beberapa hari pelaksanaan, peserta LDK tidak hanya diberikan teori kepemimpinan melalui penyampaian materi oleh narasumber yang kompeten, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi kritis dan studi kasus yang relevan dengan dinamika organisasi. Selain itu, mereka mengikuti simulasi dan praktik lapangan untuk melatih kemampuan bekerja dalam tim, pengambilan keputusan secara strategis, serta penerapan nilai-nilai moral dalam menyelesaikan tantangan organisasi. Antusiasme peserta sangat terlihat dari keaktifan mereka dalam setiap sesi yang berlangsung. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga tidak hanya dalam hal kepemimpinan, tetapi juga dalam membangun koneksi dan rasa solidaritas di antara sesama anggota HMS. Narasumber yang hadir, baik dari kalangan akademisi, praktisi, maupun alumni HMS yang sudah berpengalaman, memberikan wawasan yang mendalam terkait pentingnya bersikap kritis terhadap permasalahan yang ada, menjaga integritas moral, serta menunjukkan loyalitas terhadap lembaga sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembentukan karakter, di mana peserta diarahkan untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lembaga sebagai salah satu cara meningkatkan eksistensi HMS Unidayan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Ketua HMS Unidayan La Ode Aldainsyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa LDK ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi mahasiswa Teknik Sipil yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang berintegritas dan berdedikasi tinggi. Ia berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan selama kegiatan ini, seperti kritisisme, moralitas, dan loyalitas, dapat diimplementasikan secara nyata baik dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut, HMS telah merencanakan program lanjutan berupa workshop kepemimpinan, program pengabdian masyarakat, dan evaluasi internal guna memastikan bahwa kader yang terbentuk terus berkembang secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, HMS Unidayan berharap dapat mencetak kader-kader unggul yang mampu membawa perubahan positif dalam organisasi, kampus, dan masyarakat secara lebih luas. Dengan terlaksananya LDK ini, HMS Unidayan optimis dapat mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang solid, visioner, dan berpengaruh, tidak hanya di lingkungan Universitas Dayanu Ikhsanuddin tetapi juga dalam kontribusi nyata bagi pembangunan Masyarakat. Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ini juga menjadi momentum penting bagi Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Unidayan untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus membangun solidaritas yang lebih kuat di dalam organisasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya belajar melalui materi yang disampaikan oleh narasumber, tetapi juga diajak untuk merasakan langsung dinamika kerja dalam kelompok melalui berbagai simulasi yang dirancang menyerupai tantangan nyata di dunia organisasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dan menyelesaikan masalah secara kolektif. Selain itu, melalui diskusi kritis yang membahas isu-isu aktual, peserta dilatih untuk berpikir secara strategis dan memberikan solusi yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan organisasi maupun masyarakat. Di sisi lain, LDK ini juga menjadi sarana bagi para peserta untuk menanamkan nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kepemimpinan yang kokoh. Loyalitas terhadap lembaga menjadi salah satu aspek yang ditekankan selama kegiatan berlangsung, di mana peserta diajak untuk memahami pentingnya dedikasi dan komitmen dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Dengan mengangkat tema "Menciptakan Kader yang Kritis, Bermoral, dan Loyal terhadap Lembaga untuk Meningkatkan Eksistensi HMS Unidayan", kegiatan ini menjadi salah satu upaya HMS Unidayan dalam menciptakan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang beretika dan bertanggung jawab. Akabar, Selaku Ketua Panitia LDK menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kegiatan ini dan mengungkapkan bahwa semangat yang ditunjukkan oleh peserta selama kegiatan berlangsung mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh mahasiswa Teknik Sipil Unidayan. Ia juga menyampaikan bahwa LDK ini hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang para peserta dalam mengembangkan diri mereka sebagai pemimpin masa depan. “Kami percaya bahwa kader-kader yang telah mengikuti LDK ini akan mampu membawa HMS Unidayan menjadi organisasi yang lebih solid, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut dari LDK, HMS Unidayan telah menyusun rencana program kerja strategis yang bertujuan untuk memperkuat implementasi hasil pelatihan ini. Salah satunya adalah kegiatan pengabdian masyarakat, di mana peserta LDK akan diajak untuk menerapkan ilmu kepemimpinan yang telah diperoleh dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, program mentoring dan evaluasi rutin juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa peserta tetap konsisten dalam mengembangkan diri mereka sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama LDK. Dengan program-program lanjutan ini, HMS Unidayan optimis dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cerdas dan tangguh, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan mereka. Keberhasilan penyelenggaraan LDK ini menjadi bukti nyata komitmen HMS Unidayan dalam menciptakan kader-kader berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan semangat yang telah ditunjukkan oleh peserta, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat, HMS Unidayan percaya bahwa organisasi ini akan terus berkembang dan mampu meningkatkan eksistensinya di kancah kampus maupun masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif yang terus dilaksanakan di masa mendatang untuk mencetak generasi mahasiswa Teknik Sipil Unidayan yang kritis, bermoral, dan loyal dalam mendukung kemajuan organisasi serta pembangunan bangsa.
Selengkapnya